Artikel ini akan mengupas tuntas:
Tujuannya jelas: setelah membaca, Anda tidak cuma bisa klik-klik tool, tetapi juga paham arti angkanya dan tahu langkah selanjutnya.
- Apa itu cek backlink dan bedanya dengan sekadar menghitung jumlah link
- Metrik penting: total backlinks, referring domains, anchor text, dofollow/nofollow, sampai toxic links
- Cara cek backlink lewat Google Search Console, tools gratis, dan tools premium
- Cara membaca data backlink serta mengaitkannya dengan audit SEO dan strategi link building yang terarah
Apa Itu Cek Backlink dan Backlink Profile
Backlink adalah tautan dari website lain yang mengarah ke website Anda. Saat Anda melakukan cek backlink, Anda sedang memeriksa daftar link tersebut secara mendetail: dari domain mana asalnya, anchor text apa yang digunakan, halaman mana yang memberi link (source URL), dan halaman mana di situs Anda yang menerima link (target URL).
Keseluruhan link ini disebut backlink profile. Profil yang sehat biasanya menunjukkan ciri-ciri berikut:
- Referring domains yang relevan dan punya otoritas baik
- Anchor text yang alami, tidak dipaksakan, dan bervariasi
- Kombinasi dofollow dan nofollow yang wajar, bukan 100% dofollow dari sumber mencurigakan
Dengan memahami profil ini, Anda tidak lagi buta soal siapa yang mendukung reputasi online website Anda.
Mengapa Backlink Penting untuk SEO dan Authority Website
Secara konsep, backlink itu seperti rekomendasi. Saat banyak website berkualitas menaut ke konten Anda, mesin pencari membaca sinyal bahwa konten tersebut layak dipercaya dan relevan. Tapi ada tiga hal penting yang sering terlewat:
- Kualitas domain – metrik otoritas domain atau sejenisnya dipakai untuk menilai seberapa kuat pengaruh satu domain
- Relevansi topik – link dari website yang satu topik dengan Anda biasanya lebih bernilai dibanding dari situs acak yang tidak terkait
- Pola anchor text – anchor text yang natural membantu mesin pencari memahami konteks tanpa terlihat seperti manipulasi keyword
Karena itu, cek backlink bukan sekadar mengejar angka tinggi. Yang jauh lebih penting adalah memastikan bahwa suara yang merekomendasikan Anda datang dari sumber yang benar dan dalam konteks yang tepat.
Apa Saja yang Bisa Anda Cek dari Backlink
Total Backlinks vs Referring Domains
Total backlinks adalah jumlah semua link yang mengarah ke website atau halaman Anda. Referring domains adalah jumlah domain unik yang memberikan link tersebut.
Contoh sederhana: satu domain bisa memberikan 50 link, misalnya dari berbagai halaman blog atau sidebar. Di sini, total backlinks = 50, tetapi referring domains = 1.
Untuk jangka panjang, pertumbuhan referring domains yang beragam hampir selalu lebih sehat dibanding hanya menambah ratusan link dari domain yang sama.
Anchor Text dan Relevansi Keyword
Anchor text adalah teks yang diklik saat seseorang mengunjungi link ke website Anda. Dengan cek anchor text, Anda bisa melihat:
- Seberapa sering brand Anda disebut sebagai anchor
- Seberapa sering keyword utama digunakan secara langsung
- Berapa banyak anchor yang bersifat generik seperti "klik di sini" atau "selengkapnya"
Distribusi anchor yang terlalu berat ke satu keyword bisa terbaca tidak natural dan berisiko jika dilakukan berlebihan. Sebaliknya, kombinasi brand, keyword, dan anchor natural biasanya lebih aman dan berkelanjutan.
Dofollow vs Nofollow dan Link Equity
Secara default, link dianggap dofollow dan dapat mengirimkan sinyal otoritas atau link equity. Link dengan atribut nofollow memberi tahu mesin pencari agar tidak menjadikannya sinyal utama untuk peringkat, meskipun masih bisa mengirim traffic dan awareness.
Saat cek backlink, perhatikan:
- Rasio dofollow vs nofollow secara keseluruhan
- Sumber dofollow: apakah didominasi domain yang relevan dan berkualitas atau justru banyak dari domain yang tampak spam
Tujuannya bukan menghapus semua nofollow, melainkan memastikan link yang benar-benar mendorong SEO justru datang dari sumber yang tepat.
Target URL, Source URL, dan Konteks Link
Source URL adalah halaman yang memberi link. Target URL adalah halaman di website Anda yang menerima link tersebut. Dari sini Anda bisa menjawab beberapa pertanyaan penting:
- Halaman mana di situs Anda yang paling sering dilink sebagai top linked pages
- Apakah halaman yang banyak mendapat link sudah dioptimasi dari sisi konten dan konversi
- Apakah halaman penting, misalnya halaman produk atau jasa, justru minim backlink
Ini membantu Anda menentukan mana konten andalan untuk dipromosikan lebih jauh dan mana yang perlu didorong link-nya.
Toxic Links, Spam Score, dan Risiko Penalti
Beberapa tools memberikan skor seperti spam score atau toxic score untuk menilai potensi risiko suatu link. Biasanya, toxic links muncul dari:
- Domain dengan pola spam seperti link farm atau auto-generated content
- Website yang jelas hanya dibuat untuk jualan link dan tidak punya nilai nyata untuk pengguna
Jika dibiarkan, akumulasi toxic links dapat berdampak buruk bagi visibilitas jangka panjang. Karena itu, bagian dari audit backlink adalah mengidentifikasi link berisiko dan menentukan apakah perlu dihapus atau di-disavow.
Cara Cek Backlink Secara Manual
Sebelum masuk ke tools khusus, ada beberapa cara manual yang bisa Anda manfaatkan:
- Mencari brand atau nama domain Anda di mesin pencari dan melihat website mana yang menyebut serta menautkan ke Anda
- Sesekali, menggunakan pencarian lanjutan atau kombinasi kata kunci untuk menemukan artikel yang mungkin menyebut bisnis Anda
Metode ini memang tidak lengkap, tetapi cukup berguna untuk:
- Menemukan mention yang jelas dan relevan
- Melihat konteks penulisan sebelum Anda menjalin kerja sama lebih jauh
Cara Cek Backlink dengan Google Search Console
Google Search Console (GSC) adalah titik awal terbaik untuk cek backlink website sendiri karena datanya langsung dari Google. Di menu Links, Anda akan menemukan:
- Top linking sites – domain yang paling sering menaut ke situs Anda
- Top linked pages – halaman di website Anda yang paling banyak mendapat link eksternal
- Top linking text – variasi anchor text yang digunakan ke situs Anda
Langkah dasarnya:
1. Masuk ke Google Search Console dan pilih properti website 2. Di sidebar, klik Links 3. Lihat bagian External links untuk melihat ringkasan total dan distribusi backlink 4. Klik tiap laporan untuk melihat detail domain, halaman, dan anchor text
Dengan GSC, Anda sudah punya fondasi cek backlink gratis yang cukup kuat, terutama untuk mengetahui apa yang benar-benar dilihat Google dari website Anda.
Cara Cek Backlink dengan Tools Gratis
Di luar GSC, ada beberapa tool yang menyediakan backlink checker gratis dengan batasan tertentu. Contohnya:
- Backlink checker yang menampilkan overview backlinks, referring domains, dan sebagian anchor text, cocok untuk pemula dan UMKM
- Versi gratis tool analisis link yang memperlihatkan otoritas domain, jumlah inbound links, linking domains, dan ringkasan anchor text dalam batas kueri bulanan
Kapan tools gratis cukup?
- Saat Anda baru mulai belajar dan ingin melihat gambaran besar tanpa biaya
- Saat ingin meng-cross-check data GSC dengan indeks pihak ketiga
Namun, untuk analisis kompetitor yang serius dan audit toxic links yang mendalam, biasanya Anda akan merasa perlu upgrade ke tool yang lebih lengkap.
Cara Cek Backlink Kompetitor dan Melihat Link Gap
Untuk cek backlink kompetitor, Anda membutuhkan tool yang bisa menganalisis domain apa pun, bukan hanya website sendiri. Secara umum, alurnya seperti ini:
1. Masukkan domain kompetitor di modul analisis backlink 2. Lihat daftar backlinks dan referring domains kompetitor, lalu urutkan berdasarkan otoritas atau relevansi 3. Bandingkan dengan profil backlink Anda sendiri 4. Identifikasi link gap – domain yang menaut ke kompetitor tetapi belum menaut ke Anda 5. Prioritaskan domain yang paling relevan dengan niche Anda untuk dijangkau
Analisis link gap ini adalah salah satu cara paling efisien untuk menyusun strategi link building yang terarah, karena Anda tidak menebak-nebak dari nol, melainkan menargetkan sumber yang sudah terbukti memberi link ke kompetitor.
Cara Membaca Data Backlink dan Menghubungkannya dengan Audit SEO
Setelah mengumpulkan data dari berbagai tool, langkah berikutnya adalah menerjemahkan angka-angka tersebut menjadi tindakan nyata:
- Jika referring domains sedikit → fokus pada diversifikasi sumber link, bukan menambah volume dari domain yang sama
- Jika anchor text terlalu padat keyword → variasikan dengan anchor brand, generik, dan long-tail
- Jika halaman penting minim backlink → prioritaskan promosi konten atau outreach ke domain relevan
- Jika toxic links terdeteksi → pertimbangkan penghapusan manual atau disavow melalui Google Search Console
Dengan pendekatan ini, cek backlink bukan sekadar ritual bulanan, melainkan bagian integral dari audit SEO dan strategi link building yang berkelanjutan.
Kesimpulan
Cek backlink adalah keterampilan fundamental bagi siapa pun yang serius mengembangkan website di Indonesia. Dengan memahami metrik seperti referring domains, anchor text, dofollow/nofollow, dan toxic links, Anda bisa menilai kesehatan backlink profile secara menyeluruh—bukan hanya mengejar angka.
Google Search Console memberi fondasi gratis yang solid, sementara tools pihak ketiga—baik gratis maupun premium—melengkapi analisis dengan data kompetitor dan deteksi risiko. Yang terpenting, setiap data yang Anda peroleh harus diterjemahkan menjadi langkah nyata: memperbaiki anchor text, mengejar link gap, atau membersihkan toxic links.
Mulailah dengan satu tool, biasakan membaca datanya secara rutin, dan bangun strategi link building yang terarah berdasarkan bukti—bukan sekadar intuisi.